Wina Kusumawardhani
17 September 2006
Jakarta
WINA KUSUMAWARDHANI
(untuk Wina)
Winaku adalah sukacita
Inspirasi bagi dunia kelanaku
Namamu terlukis dalam media cinta
Adalah hati yang menjadi warna
Kutuliskan kerianganmu dalam puisi ini
Ucapan syukurmu yang manis
Senandung kebahagiaanmu yang menenangkan
Untukmu lidahku menari ucapkan selamat
Menakjubkan, momentum ini menjadi sebuah perenungan
Ajari kita tentang artinya hasil perjuangan
Waktunya sekarang untuk memulai sesuatu yang baru
Ajakmu untuk kembali bangkit bertarung
Rikuhmu akan kegagalan biarlah dihempaskan
Dunia yang sebenarnya menantikanmu
Hentakan langkah maju, tunjukan keberanian
Antarkan barisan aksara pertarungan hidup seorang Wina
Nada-nada tentang harapan dan cita-cita pun dilantunkan
Iringi pergerakanmu selanjutnya
Septino Andarswesa
Mimpi Kali Yee…..
Pkl 22: 50
Rabu, 23 Agustus 2006
Bogor
MIMPI KALI YEE…..
Kapan pesawatku akan datang padaku
Membawaku terbang ke seluruh dunia
Dimana semua orang menantikanku
Sementara aku masih saja disini,
dibaringan kasur pegas yang telanjang tak berbalut seprei
Hanya sebatas melamunkan saja
Kapan aku menarik diri dari lembah kekhawatiran?
Mengapa aku terlalu takut untuk belajar
Terlalu gentar bergaul dengan kegagalan
Begitu ragu menerjang badai penderitaan
Aku harus keluar dari zona kenyamanan diriku yang sekarang
Dunia lebih luas membentang untuk dijelajahi
Aku harus masuk kedalam medan pencobaan
Yang akan membuat diriku matang dan siap perang
Aku tidak mau hanya menjadi figuran
Yang hanya bisa hidup dengan sistem dan rutinitas
Yang tampak lewat dan melintas hanya sepintas
Aku mau menjadi sang pemeran utama
Yang bermain dengan visi dan improvisasi
Yang menjadi jiwa dalam setiap alur cerita kehidupan
Sekarang, kapan aku dapat berbuat sesuatu untuk dunia?
Hingga seisi bumi mengenalku, dan begitu merindukanku.
Septino Andaswesa
Pkl 23:35
Cokelat Putih
Pkl 09:25
29 April 2006
Bogor
COKELAT PUTIH
(untuk Ellen)
Walau hanya sedikit, dan aku ingin lebih
Dia memperlihatkan kepadaku miliknya yang berharga
Mengijinkan aku menelusuri setiap detailnya
Merelakan aku menyentuh dan menjamah lekukan-lekukan sexy suatu kecerdasan pikiran
Memberikan ruang untuk mengagumi suatu keindahan hati
Sedangkan aku, hanya bisa memberinya coklat putih
Sebagai suatu tanda terima kasih
karena…..
coklat itu manis
dia keras tetapi lembut untuk dinikmati
karena…..
putih itu bersih dan polos
dia menjadi alas bagi goresan warna kehidupan
Sekali lagi aku hanya bisa bilang terimakasih
Dan hanya bisa memberinya sebuah cokelat putih untuk dikenang
Septino Andarswesa
Pkl 09:47
Minggu, 29 Januari 2006
Minggu, 29 Januari 2006
Ketika penat merasuk raga
Hanya hampa terasa..
Kegalauan berkelana
Semangat pun di luluh-lantakan
Ketika jiwa memberontak
Hanya hati yang merasa..
Menggugat kesengsaraan
Amarah pun nyata menjelma
Jiwa dan raga seketika ingin berteriak
Berteriak pada keadaan yang ada
Mengejawantahkan penolakan situasi
Pun mengaduh pada sang waktu
Katakan bahwa ada anak manusia yang letih
Disini…
Kemana pikiran ini akan kubawa berlari
Dari tempat ini….
Eka Pratiwi & Septino Andarswesa
Petok
Pkl 02:09
Minggu, 18 Desember 2005
Bogor
PETOK
Lincah geraknya
Berlari dengan lantang
Begitu montok dada dan pantatnya
Cicit cuitnya menggoda untuk didengar
Bersemangat dalam kemungilan tubuh
Sungguhlah punya keberanian untuk hidup
Septino Andarswesa
Pkl 02:22
Trilogi Masa
Pkl 01:09
Sabtu, 17 September 2005
Bogor
TRILOGI MASA
Saat kau duduk dekat jendela dalam sebuah kereta kencang
Semua pemandangan buruk yang kau lihat akan segera berlalu,
walau kau ingin lebih cepat melewatinya
Dan semua pemandangan indah yang kau lihat juga akan segera berlalu,
walau kau ingin lebih lama menikmatinya.
Karena kereta terus melaju membawamu kepada stasiun penantian
Begitu pula dengan hidup
Masa lalu yang tiada indah adalah tragedi yang menyedihkan
Masa lalu yang indah adalah komedi yang menyegarkan
Namun kedua masa lalu tersebut sudah menjadi cerita sejarah.
Sang Masa Lalu memang pasti berlalu, dan tak akan kembali
Sang Masa Depan adalah tujuan, harapan dan cita
Semuanya menjadi impian kehidupan
Masa depan menjadi begitu diagungkan
Kehadirannya begitu dinantikan dan patut diperjuangkan
Membuat kita bekerja keras mewujudkannya
Namun perlu direnungkan
Ketika masa depan sudah dalam hadirat
Sang Masa Depan juga pasti akan berlalu
Dan akan menjadi Sang Masa Lalu
Begitu selanjutnya kedua masa itu akan saling menyongsong
Terus saling menggantikan hingga kita kembali menjadi debu dan tanah
Cara terindah untuk menikmati kedua masa itu adalah menikmati masa sekarang
Sang Masa Sekarang adalah jalan keluar
Karena saat ini bukanlah kerinduan masa lalu
Dan karena saat ini adalah perjuangan masa depan
Septino Andarswesa
Pkl 01:21
Mei Tujuh Tahun Yang Lalu
Pkl 01:46
Kamis, 12 Mei 2005
Bogor
MEI TUJUH TAHUN YANG LALU
Empat pemuda bangsa gugur di grogol
Tepat tanggal 12 Mei sore hari
Tewas tanpa mengerti siapa yang membunuh
Koh Irfan kehilangan semuanya,
Termasuk istri dan dua anaknya yang mati terbakar
Dibakar hidup dalam ruko miliknya
Nona “C” pun telah kehilangan mahkota hatinya
Dirampas oleh orang-orang yang mengaku pribumi
Terlalu banyak api angkara yang lahir
Hingga menjadikan langit merah
Terlalu banyak air mata dan darah mengalir
Hingga akhirnya tanah basah dan juga memerah
Memang “sang raja” akhirnya turun tahta
Namun terlambat dan tak berarti apa-apa
Mereka, teman mereka, dan keluarga mereka terlanjur terluka
Terluka sangat dalam
Apakah cerita ini hanya akan menjadi sebuah kisah
Tentang sejarah kelam sebuah tanah kelahiran
Dari bangsa yang tidak menghargai pentingnya sebuah pengalaman
Tujuh tahun telah berlalu
Masih tetap tidak ada jawaban
Atas berbagai penganiyaan dan pembunuhan yang terjadi
Siapa yang harus disalahkan?
Septino Andarswesa
Pkl 02:13
Under Her Nose
Bogor
, 00:26am
Thursday, May 5th, 2005
UNDER HER NOSE
Cannot brake the ice
Like a cat in hot bricks
To be at a loss for words
It’s hard to breath
Cannot think clearly
Makes all things blur
Unaware about my self anymore
Cannot stand for more longer time
My conscious is going down
Like a man of straw
Every gesture
Every move that she makes
Make me feel like a never before
She’s stole my attention
Trying to have power over a half of my soul
Septino Andarswesa
01:31am
Keterbatasan Semu
Pkl 00:46
Minggu, 19 Februari 2006
Bogor
KETERBATASAN SEMU
Biar tubuhku saja yang kecil,
Tetapi jangan jiwaku
Biar mukaku saja yang tidak tampan,
Tetapi hatiku mempesona dan mengagumkan
Biarlah tampangku blo’on dan terlihat bodoh
Tetapi otakku haruslah cerdik, cerdas dan cakap untuk menaklukan dunia
Dengan kacamata tebal tersangga diatas tulang rawan hidungku,
Orang boleh saja mengolokku dengan sebutan “pantat botol”,
Tetapi biarlah kuanggap sebagai panggilan sayang
Cukup mataku saja yang cacat,
Tetapi visiku menatap tajam terhadap hidup ini
Aku memang sering kehilangan kepercayaan diri
Dan takut akan tubuh yang memenjarakanku,
Tetapi aku punya Sahabat yang selalu menguatkan dan membebaskan
Dinding rintang itu memang tinggi,
Tetapi biarlah kerendahan hati yang menghancurkannya
Dan memberikanku jalan untuk menjadi antonim keterbatasanku sendiri
Septino Andarswesa
Pkl 02:08
Emas Hijauku Yang Terampas
Pkl 21:48
Jumat, 25 Juni 2004
Bogor
EMAS HIJAUKU YANG TERAMPAS
Desing gergaji mesin, gemuruh traktor dan buldoser
Memecah keheningan dan kesunyian rimba ini
Pekak sekali
Asap tebal membumbung
Memberi warna kelabu pada langit yang tadinya biru
Sesak mencekik nafas hidup
Dari mata turun ke hati
Seperti itulah kepedihan yang terjadi
Perih mata ini telah ciptakan keperihan di hati
Burung-burung berterbangan tinggalkan sangkarnya
Kera, Celeng, dan Penghuni Hutan lain
Berlarian tinggalkan persembunyiannya
Semua mencari tempat aman
Mereka datang merampas hak hidup
Aku dan teman-temanku
Dalam hati bertanya
Siapa mereka, mengaku punya kuasa
Mengexploitasi hutan negeri ini
Kalau ini terus terjadi
Habislah emas hijau bumi pertiwi
Indonesia yang hutan rimba
Hanya tinggal cerita
Jangan Sampai itu terjadi
Biarlah Zambrut Hijau itu tetap ada di khatulistiwa Indonesia
Septino Andarswesa
Pkl 22:09