Insani Pada Suatu Sore

Andaikan waktu adalah soal kualitas dan bukan kuantitas, seperti senja hari ketika matahari segera berbaring di sudut dunia yang lain. Cahaya yang panjang menjalar menaungi bentangan peradaban, membentuk bayang-bayang di kota-kota tempat manusia tinggal. Waktu hadir, tetapi tak bisa diukur.

Seperti saat ini, sore hari yang cerah, seorang perempuan berdiri menatap langit berusaha mengumpulkan serpihan ucapan syukur atas semua anugrah yang telah dialami selama 22 tahun kehidupannya. Sekarang ia juga berusaha melakukan kuantifikasi terhadap waktu, mengurainya, kemudian membedahnya. Mencoba memetakan keindahan cakrawala dari sudut pandangnya. Membiarkan sinar mentari sore menghangatkan kulit tubuhnya, sambil berharap esok hari yang pasti mengagumkan.

11 Mei 2008

septino andarswesa

(untuk ulang tahun ke-22 Shani)

                            

Rabu Malam, 30 Januari 2008

Seperti biasa, hari ini adalah ladies night. Diantara kerumunan gadis wangi berbadan seksi yang pasti menggoda mata lelaki. Ditengah keramaian para pencari keriaan. Dalam keriuhan hentakan trance, dan dentuman nada progresif. Kepiawaian sang DJ dan teriakan semangat sang MC sungguh perpaduan yang apik.

Ditemani Jack Daniels, Chivas Regal, dan mungkin juga ada Red Label disitu. Semua ikut serta sebagai menu wajib suasana. Tapi tidak ada gelas, hingga harus minum langsung dari botolnya. Tampak begitu serakah dan begitu angkuh, karena minuman mahal tersebut banyak yang tertumpah. Wangi parfum para gadis telah berganti aroma alkohol penuh nafsu, begitu memabukan.

Tapi saat ini, ditempat ini, Tuhan dapat berbicara kepadaku. Dia ternyata memang ada dimanapun, pada waktu kapan pun, disaat yang tidak terduga. Walau kita tidak tahu nomor untuk sms atau menelepon Tuhan. Sentuhan ajaibnya adalah layanan 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Delivery service atas kasih-Nya begitu sempurna.

Sekarang lewat sekitar pukul 4 dini hari. Sudah bukan rabu malam, tetapi sudah kamis pagi. Saatnya aku kembali pulang.

Mungkin dunia menganggap aku telah kehilangan waktu dan kesempatan. Cukup banyak kesalahan kubuat dan terasa berat. Tapi aku yakin tidak ada yang sia-sia dan percuma. Karena Tuhan akan buat semua indah tepat pada waktunya.

Jika kamu tidak percaya, maka percayalah!


Manado, 2008

SEPTINO ANDARSWESA

17 September 2007

Tubuhmu memang rentan terserang penyakit, entah dari berbagai virus dan bakteri. Begitu juga dengan hidupmu, penuh dengan dera perjuangan yang berupa masalah dan tantangan. Tetapi jangan khawatir. Kamu punya antibody alami tubuh yang berupa pikiranpositif, keyakinan dan semangat untuk mengatasi berbagai bakteri permasalahan dan virus tantangan kehidupan. Kamu juga punya antibiotik kimiawi yang berupa dukungan doa, semangat dan cinta dari keluarga, teman serta orang yang mengasihimu.

Kamu juga punya Tabib Agung yang Maha Kuasa menyembuhkan segala penyakit, Dia Yesus yang juga memulihkan segala permasalahan hidupmu.

sepTINO andarswesa

(untuk ulang tahun ke dua puluh dua Septiani)

29 Agustus 2007

Dunia selalu menjadi kisah untuk diceritakan. Begitu juga hidupmu, selalu menjadi lagu untuk dinyanyikan. Di lampau waktu mungkin isak tangis dan derai air mata menjadi alinea yang haru sendu. Di lampau waktu  yang lain mungkin tawa renyah nana riang menjadi alinea yang ceria bahagia. Begitulah baris demi baris hidup, selalu penuh warna untuk dirangkaikan. Mungkin tak terelakan pahit manis kehidupan akan terus berganti, tiada abadi.

Kamu bisa membuatnya menjadi cerita pendek sederhana atau novel panjang menabjubkan, hanya dengan harapanmu. Karena dengan harapan, alur cerita kehidupanmu akan tercipta untuk terus berjalan.

sepTINO andarswesa

(untuk ulang tahun ke dua puluh eNdah)

MENTARIKU

Dekap erat diriku. Jangan kau lepaskanku. Karena ku tersesat, hanya kau jawabanku. Jangan tinggalkan aku, untuk tentukan jalanku. Ku hanya sendiri hadapi dunia ini. Angkatku saat ku jatuh. Sentuhku dengan cintamu. Saatku tersesat, engkaulah pelitaku.

Yang ku tau, kau takkan pernah tinggalkanku. Ku rasakan hangatnya hadirmu disini. Kau selalu ada disana, tempat teduh dalam gelap. Tak biarkanku sendiri, MENTARIKU!

Festival Yang Kesepian

Jalan_sunyi_3

Pkl 00:46

Selasa, 19 Desember 2006

Jakarta

FESTIVAL YANG KESEPIAN

Barisan umbul - umbul berdiri dan merentang menyemarakan

Barisan lampu dan pencahayaan jalan pun ikut bersinar terang

Tetapi,

Tidak satupun manusia disana

Tidak ada suara bising kemeriahan

Tidak ada derai tawa dan kegaduhan

Begitu lenggang

Begitu sunyi senyap

Begitu tenang

Karena festival ini memang untuk merayakan suatu kesepian

Septino Andarswesa

Pkl 01:05

Wina Kusumawardhani

17 September 2006

Jakarta

WINA KUSUMAWARDHANI

(untuk Wina)

Winaku adalah sukacita

Inspirasi bagi dunia kelanaku

Namamu terlukis dalam media cinta

Adalah hati yang menjadi warna

Kutuliskan kerianganmu dalam puisi ini

Ucapan syukurmu yang manis

Senandung kebahagiaanmu yang menenangkan

Untukmu lidahku menari ucapkan selamat

Menakjubkan,  momentum ini menjadi sebuah perenungan

Ajari kita tentang artinya hasil perjuangan

Waktunya sekarang untuk memulai sesuatu yang baru

Ajakmu untuk kembali bangkit bertarung

Rikuhmu akan kegagalan biarlah dihempaskan

Dunia yang sebenarnya menantikanmu

Hentakan langkah maju, tunjukan keberanian

Antarkan barisan aksara pertarungan hidup seorang Wina

Nada-nada tentang harapan dan cita-cita pun dilantunkan

Iringi pergerakanmu selanjutnya

Septino Andarswesa

Mimpi Kali Yee.....

Pkl 22: 50

Rabu, 23 Agustus 2006

Bogor

MIMPI KALI YEE…..

Kapan pesawatku akan datang padaku

Membawaku terbang ke seluruh dunia

Dimana semua orang menantikanku

Sementara aku masih saja disini,

dibaringan kasur pegas yang telanjang tak berbalut seprei

Hanya sebatas melamunkan saja

Kapan aku menarik diri dari lembah kekhawatiran?

Mengapa aku terlalu takut untuk belajar

Terlalu gentar bergaul dengan kegagalan

Begitu ragu menerjang badai penderitaan

Aku harus keluar dari zona kenyamanan diriku yang sekarang

Dunia lebih luas membentang untuk dijelajahi

Aku harus masuk kedalam medan pencobaan

Yang akan membuat diriku matang dan siap perang

Aku tidak mau hanya menjadi figuran

Yang hanya bisa hidup dengan sistem dan rutinitas

Yang tampak lewat dan melintas hanya sepintas

Aku mau menjadi sang pemeran utama

Yang bermain dengan visi dan improvisasi

Yang menjadi jiwa dalam setiap alur cerita kehidupan

Sekarang, kapan aku dapat berbuat sesuatu untuk dunia?

Hingga seisi bumi mengenalku, dan begitu merindukanku.

Septino Andaswesa

Pkl 23:35

Cokelat Putih

Pkl 09:25

29 April 2006

Bogor

COKELAT PUTIH

(untuk Ellen)

Walau hanya sedikit, dan aku ingin lebih

Dia memperlihatkan kepadaku miliknya yang berharga

Mengijinkan aku menelusuri setiap detailnya

Merelakan aku menyentuh dan menjamah lekukan-lekukan sexy suatu kecerdasan pikiran

Memberikan ruang untuk mengagumi suatu keindahan hati

Sedangkan aku, hanya bisa memberinya coklat putih

Sebagai suatu tanda terima kasih

karena.....

coklat itu manis

dia keras tetapi lembut untuk dinikmati

karena.....

putih itu bersih dan polos

dia menjadi alas bagi goresan warna kehidupan

Sekali lagi aku hanya bisa bilang terimakasih

Dan hanya bisa memberinya sebuah cokelat putih untuk dikenang

Septino Andarswesa

Pkl 09:47

Minggu, 29 Januari 2006

Minggu, 29 Januari 2006

Ketika penat merasuk raga

Hanya hampa terasa..

Kegalauan berkelana

Semangat pun di luluh-lantakan

Ketika jiwa memberontak

Hanya hati yang merasa..

Menggugat kesengsaraan

Amarah pun nyata menjelma

Jiwa dan raga seketika ingin berteriak

Berteriak pada keadaan yang ada

Mengejawantahkan penolakan situasi

Pun mengaduh pada sang waktu

Katakan bahwa ada anak manusia yang letih

Disini...

Kemana pikiran ini akan kubawa berlari

Dari tempat ini....

Eka Pratiwi & Septino Andarswesa

My Photo
Powered by Friendster Blogs
Member since 09/2005

Categories

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31