Insani Pada Suatu Sore
Andaikan waktu adalah soal kualitas dan bukan kuantitas, seperti senja hari ketika matahari segera berbaring di sudut dunia yang lain. Cahaya yang panjang menjalar menaungi bentangan peradaban, membentuk bayang-bayang di kota-kota tempat manusia tinggal. Waktu hadir, tetapi tak bisa diukur.
Seperti saat ini, sore hari yang cerah, seorang perempuan berdiri menatap langit berusaha mengumpulkan serpihan ucapan syukur atas semua anugrah yang telah dialami selama 22 tahun kehidupannya. Sekarang ia juga berusaha melakukan kuantifikasi terhadap waktu, mengurainya, kemudian membedahnya. Mencoba memetakan keindahan cakrawala dari sudut pandangnya. Membiarkan sinar mentari sore menghangatkan kulit tubuhnya, sambil berharap esok hari yang pasti mengagumkan.
11 Mei 2008
septino andarswesa
(untuk ulang tahun ke-22 Shani)


Recent Comments